Diklat Ke-2 UKM POLICY

12 12 2009





Polling akan ditutup pada hari Minggu.

18 11 2009




Cagar Alam Pulau Sempu

24 08 2009

Geografis :

Pulau Sempu

Pulau Sempu di lihat dari Sendang Biru

Propinsi : Jawa Timur
Kabupaten : KAB. MALANG
Kecamatan : Sumbermanjing Wetan
Desa : Tambak Rejo
Luas : 887 Ha
Letak Geografis : 08˚ 26′ 38” LS 112˚ 41′ 43” BT

Deskripsi :

Berdasarkan data dari ProFauna Indonesia tahun 2007 lalu di Pulau Sempu telah ditemukan 144 jenis burung (Aves). Catatan ini membuktikan adanya peningkatan jumlah habitat burung, karena pada penelitian sebelumnya pada tahun 2000 tercatat di kawasan itu ditemukan 80 jenis burung.

Sehingga secara otomatis perkembangan terbaru di sana jumlah populasinya kian bertambah, sekitar 15 persen.

Memang, di Pulau Sempu masih banyak dijumpai beragam jenis burung langka seperti elang jawa (Spizaetus Bartelsi), julang emas (Aceros Undulatus), dara laut putih (Gygis Alba), rangkok badak (Buceros Rhinoceros), pelatuk ayam (Dryocopus Javavensis), kangkareng perut putih (Anthracoceros Albirostris), cekakak jawa (Halcyon Cyanoventris), dan masih banyak lainnya.

Adanya penemuan ini membawa sinyal positif bagi kawasan alam itu, untuk dijadikan tempat rujukan bagi yang ingin beredukasi tentang cagar alam. “Pulau Sempu adalah sebuah cagar alam yang sangat cocok bagi kehidupan satwa liar dan mempunyai konservasi tinggi,” urai Asep Rahmat Purnama, Direktur Eksekutif ProFauna Indonesia.

Pesona cagar alam lainnya yang ada di Pulau Sempu adalah adanya beragam keunikan alam dan kekayaan hayati, yang bisa diperuntukan bagi penelitian dan ilmu pengetahuan. Sedangkan ekosistem di Pulau Sempu sangat lengkap, yaitu ekosistem hutan bakau, hutan pantai, hutan hujan dataran rendah, dan danau.

Berdasarkan data dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Cagar Alam Pulau Sempu ini memiliki kekayaan flora, fauna, serta memiliki keunikan tersendiri di dalamnya. Di kawasan Cagar Alam Pulau Sempu itu setidaknya memiliki sekitar 223 jenis tumbuhan yang tergolong dalam 144 marga dan 60 suku. Dari 60 suku telah diketahui lima suku yang memiliki jumlah individu, jenis dan marga yang relatif cukup banyak. Kelima suku itu adalah Moraceae, Euphorbiaeceae, Anacardiaceae, Annonaceae, dan Sterculiaceae.

Sedangkan untuk jenis fauna ada sekitar 51 jenis yang terdiri dari 36 jenis aves, 12 jenis mamalia dan tiga jenis reptil. Adapun yang paling sering dijumpai di antaranya babi hutan (Sus Scopa), kera hitam (Presbytis Cristata), belibis (Dendrosyqna Sp), lutung jawa (Trachypithecus Auratus), kukang (Nycticebus Coucang), macan tutul (Panthera Pardus), burung rangkong (Buceros Undulatus) dan berbagai jenis lainnya.

Pulau Sempu ditetapkan sebagai kawasan cagar alam lindung Jawa Timur berdasarkan SK. GB No. 26 Stbl. 1928 No. 69 Tahun 1928 dengan luas area 877 hektare. Letak kawasan Cagar Alam Pulau sempu di perairan Samudera Indonesia, yang secara administratif pemerintahan termasuk ke dalam Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Cagar Alam ini berada di bawah kelola Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim. Badan pengelola ini bertanggung jawab pada Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, yang secara struktur lembaga berada di bawah naungan Departemen Kehutanan Indonesia.

Spesifik

Secara geografis Cagar Alam Pulau Sempu terletak pada 8 derajat 27’24’’- 8 derajat 24’’54’ lintang selatan dan 112

Segara Anakan

Segara Anakan

derajat 40’45’’ – 112 derajat 42’’45’ bujur timur. Sedangkan wilayahnya berada pada ketinggian sekitar 50-250 meter dari permukaan laut (mdpl). Untuk kondisi iklimnya adalah zonasi iklim metode Schdmit- Ferguson tergolong pada tipe iklim C, yang artinya agak basah. Dengan kondisi curah hujan agak tinggi pada bulan Desember-Februari.

Berdasarkan kriteria iklim, fisioknomi (struktur hutan), perbedaan habitat, terutama tanah dan letak tinggi, formasi hutan di Cagar Alam Pulau Sempu dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe vegetasi, yaitu tipe vegetasi hutan pantai, tipe vegetasi hutan mangrove, dan tipe vegetasi hutan tropika dataran rendah. Tipe vegetasi hutan pantai terutama diwakili oleh Baringtonia Asiatica, nyamplung (Calophyllum Inophyllum), waru laut (Hibiscus Tiliaceus). Sedangkan jenis vegetasi hutan tropika dataran rendah yang umum dijumpai di daerah pedalaman antara lain bendo (Arthocarpus Elasticus), triwulan (Mischocarpus Sundaicus), dan Buchaina Arborescens.

Begitu lengkap kondisi alam yang kaya akan flora dan fauna langka yang masuk dalam daftar Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), di Pulau Sempu sengaja tidak dibangun menjadi wisata sebagaimana mestinya. Sehingga di dalam sana tidak ada fasilitas akomodasi dan kebutuhan kehidupan yang memadai. Bagi yang ingin menginap sangat disarankan membawa tenda dan bekal sendiri dengan perhitungan yang cukup. Bahkan bagi para pengunjung lebih baik membawa bekal air mineral sesuai kebutuhan, sebab di dalam Cagar Alam Pulau Sempu sumber air tawar jauh dari segara anakan sekitar 2 km atau berada pada telaga lele

Untuk menuju ke Pulau Sempu tidaklah terlalu rumit. Bagi para wisatawan yang berkunjung ke sana, dapat menempuh rute perjalanan dari sebelah selatan Kota Malang menuju ke Wisata Sendang Biru yang ada di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dengan jarak tempuh sekitar 69 kilometer.

Sesampai di Sendang Biru sembari singgah sejenak menikmati berjuta pesona panorama air laut yang begitu biru, kita juga bisa menyiapkan kembali berbagai bekal yang nantinya kita bawa berpetulang bebas di Cagar Alam Pulau Sempu. Karena di lokasi itu tidak akan kita jumpai kehidupan manusia, sebab Pulau Sempu termasuk wilayah konservasi alam yang tidak berpenghuni. Tak salah bila di dalam sana hanya kita temui pohon-pohon, semak belukar, dan binatang.

Setelah siap, alangkah baiknya bila kita membeli tiket dan datang ke kantor konservasi Cagar Alam Pulau Sempu yang terletak di Sendang Biru. Di kantor itu kita terlebih dahulu melakukan perijinan guna memasuki wilayah Pulau Sempu.

Selesai mendapatkan ijin, kita dapat mencari persewaan perahu motor atau dayung yang digunakan menyeberang dari pesisir Sendang Biru menuju ke Pulau Sempu. Di sini kita dapat melakukan dua alternatif untuk berpetualang, yaitu dapat berhenti di teluk Waru-waru, pemberhentian perahu bagi yang ingin menuju Telaga Lele, atau juga dapat berhenti di Teluk Semut, pemberhentian perahu bagi yang ingin menuju ke Segara Anakan.

Panorama alam yang begitu indah menyapa, serasa menguntaikan makna syukur pada Sang Pencipta dapat kita rasakan saat perjalanan menuju dan hingga tiba di Segara Anakan. Di tempat ini pesolek keindahan alamnya sangat memukau daripada di Telaga Lele.

Berlabuh di Teluk Semut bersiaplah kita untuk menyusuri jalan setapak di semak belukar hutan lepas. Dari sini perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki dapat memakan waktu selama satu jam. Para pengunjung tak perlu khawatir, selama perjalanan meskipun rute yang ditempuh cukup menantang pemandangannya cukup indah untuk kita rasakan. Terlebih dengan kadar oksigen yang begitu maksimum untuk kita hirup, kepenatan seakan tersibak terganti dengan perasaan segar nan terpukau.

Setelah selama satu jam berjalan kaki di tengah hutan, kita akan terhenyak dengan panorama alam Segara Anakan, sebuah laguna yang dikelilingi dinding karang yang menjulang tinggi sebagai pembatas dengan Samudera Indonesia. Bahkan bila pengunjung yang berjiwa pemberani dapat naik di sebuah dinding karang, di bagian inilah kita dapat melempar pandang sejauh-jauhnya melihat laut selatan Samudera Indonesia, dengan dentuman ombak yang menghantam karang.

Air di Segara Anakan rasanya sangat asin dengan luas area lebih kurang empat hektar. Pada saat air laut pasang air di Segara Anakan kembali meluap. Air itu berasal dari sebuah lubang besar menyerupai terowongan, dan inilah sumber aliran air yang berasal dari Samudera Indonesia.

Pada sisi lain di bagian timur di bibir perairan Segara Anakan terdapat hamparan pasir putih yang cukup luas. Pasir putih ini membentang dari utara ke selatan hingga mencapai punggung bukit karang di pantai selatan.

Dan petualangan di Pulau Sempu lebih menarik dan bahkan lebih exotic dari pulau phi-phi thailand.

Cara Tempuh

Sempu at Long Beach....

Sempu at Long Beach....

Lokasi Cagar Alam Sempu berada di perairan Samudera Indonesia, yang secara administratif pemerintahan termasuk ke dalam Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Sebelum memasuki kawasan Sendang Biru kita diharuskan membeli tiket terlebih dahulu, tidak merogoh kocek terlalu dalam yaitu dengan membayar sebesar Rp. 3500/orang. Dalam menuju wilayah konservasi alam itu dapat dicapai dengan menyeberang dari Sendang Biru. Ada dua alternatif dari sini. Yaitu pengunjung dapat membayar sebesar Rp. 100 ribu untuk menyeberang dengan menggunakan sebuah perahu motor, dari kendaraan ini kita dapat janjian dengan pemilik perahu motor mengenai waktu penjemputaannya. Sedangkan yang ingin berpetualang sambil menyisiri seluruh area di wilayah Pulau Sempu, kita dapat menyewa sebuah perahu dayung senilai Rp. 50 ribu/hari (jika kita melakukan negoisasi harga sewa asli berkisaran antara Rp. 70 – 90 ribu, untuk kita kendalikan sendiri dengan batasan waktu tak terbatas). Namun, para pengunjung terlebih dahulu sebelum masuk ke Pulau Sempu sangat diharapkan untuk mengurus administrasi perijinan di pos konservasi Cagar Alam Pulau Sempu.

Sedangkan wilayah Sendang Biru, berada sekitar 69 kilometer sebelah selatan Kota Malang. Jalan menuju lokasi sudah sangat bagus, ditambah lagi beberapa rambu jalan yang ada sangat membantu mencapainya.

Selain sepanjang jalan akan terasa khas dan harap berhati-hati, sebab jalurnya berkelok-kelok naik-turun. Beberapa jalan ada yang berhadapan langsung dengan jurang di sampingnya. Ada pula yang menempel pada tebing karang. Di beberapa areal lain deretan pohon jati akan menyapa perjalanan kita. Jalur ini akan Anda jumpai setelah lepas dari kawasan Turen.

Mengenai transportasinya dapat ditempuh dengan seluruh macam kendaraan. Lebih enak memang menggunakan kendaraan pribadi. Tetapi jangan kuatir bila ingin ke sana dengan menggunakan kendaraan umum juga tersedia.

Dengan panduan setelah sampai di Terminal Kota Malang langsung menuju terminal Gadang. Naiklah bus mini jurusan Malang-Dampit, lalu turun di Turen. Dari Turen ganti angkutan pedesaan warna biru muda. Dan mobil ini terakhir menuju ke Sendang Biru dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap. Namun, mobil ini hanya beroperasi dari pukul enam pagi hingga tujuh malam. Selain kendaraan itu juga tersedia ojek yang siap melayani Anda.

Peraturan dalam Cagar Alam Pulau Sempu

  1. Pengunjung tidak diberkenankan membuang sampah sembarangan. Lebih baik anda sediakan kantong sampah sebelum anda memasukki pulau sempu. (beberapa pengunjung sudah kehilangan kesadaran akan lingkungan).
  2. Pengunjung tidak diperkenankan untuk melakukan vandalisme terhadap flora maupun fauna. (Sudah diatur dalam undang – undang)
  3. Pengunjung tidak diperkenankan menyalakan api, membuang puntung rokok, membuang benda yang gampang terbakar dalam area hutan.

Marilah kita tingkatkan kesadaran kita akan lingkungan hidup demi anak cucu kita kelak.

Sumber :

http://www.dkp.go.id/

http://eastjavatraveler.com/

http://www.dephut.go.id/





Di Pulau Sempu Bag. 1

23 08 2009

Ehm….pokoknya seru banget deh…dan salam kenal deh ntuk armipala….

Sempu at Long Beach....

Sempu at Long Beach....

4 Sekawan

4 Sekawan

With Armipala

With Armipala

Mesranya hehehehe

Mesranya hehehehe

At Long beach too

At Long beach too

Lobster kecil

Lobster kecil

With Armipala

With Armipala

Masak - Masak

Masak - Masak

Flashlight

Flashlight

Ini juga Mesra..

Ini juga Mesra..

Kumpul-kumpul

Kumpul-kumpul

Minta Jatah

Minta Jatah

Senyum Pepsodent

Senyum Pepsodent

Bagi2 ada yang mau ?

Bagi2 ada yang mau ?

Orang apa ikan nieh part 1

Orang pa ikan nieh part 1

Ikan apa Orang nieh part 2

Ikan pa Orang nieh part 2

On the Boat

On the Boat

At short beach

At short beach





Kode Etik Pecinta Alam

7 06 2009

Kode Etik Pecinta Alam

“Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa”


“Pecinta Alam Indonesia adalah (sebagian) bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air”


“Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa”

Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan :

1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air.
4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam.
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
7. Selesai.





Ijen Carter 2009

28 05 2009




Tersesat di Ijen

26 05 2009

Perjalanan …………….. ntar deh dilanjutin





Kawah Ijen, Tambang Belerang Tradisional

27 03 2009

Kawah IjenKeterangan Umum

Nama                           :    G. Ijen
Nama Lain               :    Gunung Kawah Ijen
Nama Kawah            :    Kawah Ijen
Lokasi                         :    Koordinat/ Geografi :  8°03,5′LS dan 114°14,5′ BT. Secara administratif termasuk  Kecamatan Licin, Sempol, Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso.
Ketinggian              :    Tepi kawah 2386 m dan Danau Kawah 2145 m
Kota Terdekat         :    33 km dari Banyuwangi
Tipe Gunungapi      :    Strato
Pos Pengamatan    :   Terletak di Kampung Pangsungsari, Licin, Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Geografi 08°08,812′ LS dan 114°15,426′ BT.
Elevasi di atas muka laut    :    2443 m

Jalur Tempuh

Untuk mencapai Kawah Ijen dapat ditempuh dengan dua cara yaitu dari utara dan dari selatan.

1. Versi Wana Wisata
2. Versi Departemen Kehutanan

Versi Wana Wisata

a. Lewat jalan utara
Dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat. Jarak Situbondo sampai Paltuding adalah 93 km dan kondisi jalan sampai Paltuding boleh dikatakan sangat bagus sehingga dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

b. Lewat jalan selatan
Dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak sekitar 15 km, yang dapat dilewati dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat selama sekitar 30 menit. Dari Licin menuju Paltuding yang berjarak sekitar 18 km perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan bermotor terutama jenis jeep double gardan karena sekitar 6 km sebelum sampai di Paltuding melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak, perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun dilewati truk  pengangkut Belerang setiap hari.

Dari Paltuding ke Kawah yang berjarak 3 km ditempuh dengan berjalan kaki melewati pondok Pengairan/pondok Irigasi sekitar 90 menit. Lewat utara dengan kendaraan roda empat atau dua.

23 km                        55 km                   15 km
Situbondo  ————–>  Wonosari —————>Sempol  ————–> Paltuding
30 menit                       90 menit                 30 menit

Lewat selatan dengan kendaraan roda dua atau empat :

15 menit                   18 km
Banyuwangi  ——————-> Licin   ——————–> Paltuding
30 menit                        60 menit

Versi Departemen Kehutanan

Untuk mencapai lokasi Taman Kawah Ijen dari ibukota Propinsi (Surabaya) dapat ditempuh melalui 2 pintu masuk yaitu melalui kota Banyuwangi dan Bondowoso sebagai berikut:

  • Surabaya – Banyuwangi (mobil/bus/kereta api/297 km) – licin (mobil/15km) – Jambu (mobil/3 km) – Banyulinu (mobil/12 km) – Taman Wisata Kawah Ijen (jalan kaki/9 km).
  • Surabaya – Bondowoso (mobil/bus/196 km) – Banyupait (mobil/14 km) – Paltuding (mobil/4km) – Taman Wisata Taman Ijen (jalan kaki/13 km).

Keunikan dan Informasi

Pemandangan spektakular pada ketinggian 30,000ft dari jendela sebelah kiri pesawat Surabaya-Denpasar melahirkan sebuah pertanyaan tentang lokasi sebuah danau berwarna hijau tosca di ketinggian 2,000-an meter. Danau tsb sepertinya berada didalam kawah dengan dinding kaldera setinggi 300-500m. Sebuah puncak gunung menjulang berada disampingnya. Asap putih yang mengepul dari salah satu kawahnya membumbung tinggi ke udara, menjadikannya kontras dengan lingkungan sekitarnya yang berwarna hijau jade.

Kawah tsb. ternyata bernama kawah Ijen, terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Spot ini pernah dipublikasikan dan terkenal di Perancis melalui tayangan Ushuwaia Adventure yang memperlihatkan Nicolai Hulot sang-penjelajah, duduk diatas perahu karet bercerita ttg asal-usul danau Ijen dengan derajat keasaman nol, memiliki kedalaman 200 meter dan volume hampir 40 juta meter kubik, salah satu danau kawah terbesar didunia. Keasamannya cukup kuat untuk melarutkan pakaian dan jari jemari. Pandangan bird view kamera helikopter itu kemudian beralih ke tepi kaldera yang memperlihatkan penambang2 kawah ijen sedang berjuang mendaki memikul puluhan kilogram muatannya.

Kawah Ijen ternyata mudah untuk dikunjungi melalui Banyuwangi atau Bondowoso. Keunikan yang utama dari wisata Kawah Ijen selain dari pada panoramanya yang sangat indah adalah melihat penambangan belerang tradisional yang diangkut dengan cara dipikul tenaga manusia. Penambangan tradisional ini konon hanya terdapat di Indonesia saja (Welirang dan Ijen). Beban yang diangkut masing-masing per orangnya sampai seberat 85kg. Beban ini luar biasa berat buat kebanyakan orang, manakala belerang diangkut melalui dinding kaldera yang curam dan 800m menuruni gunung sejauh 3km. Penghasilan yang diterima seorang pemikul rata-rata 25 ribu rupiah per harinya, atau sekitar 300 rupiah per kilonya. Seorang pemikul biasanya hanya mampu membawa turun satu kali setiap harinya, karena beratnya pekerjaan. Beberapa ratus meter terdapat sebuah bangunan bundar kuno peninggalan Belanda bertuliskan “Pengairan Kawah Ijen”, yang sekarang disebut sebagai Pos Bundar, sebuah pos dimana para penambang menimbang muatannya dan mendapatkan secarik kertas tentang muatan dan nilainya.

Perjalanan wisata ke kawah Ijen, dimulai dari Paltuding 1,600 mdpl, sebuah pos Perhutani di kaki gunung Merapi- Ijen. Dari sini jalan tanah terus menanjak ke ketinggian 2,400m dpl dengan waktu tempuh 2 jam jalan santai. Sepanjang perjalanan banyak berpapasan dengan pemikul belerang yang ramah bertukar salam. Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan berada di depan mata. Sebuah danau hijau tosca dengan diameter 1 km berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Penambang-penambang belerang terlihat kecil dari atas. Untuk menuju ke sumber penghasil belerang tsb., kita perlu menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang dilalui penambang. Sapu tangan basah sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan.

Didasar kawah, sejajar dengan permukaan danau terdapat tempat pengambilan belerang. Asap putih pekat keluar menyembur dari semacam pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Lelehan 600oC fumarol berwarna merah membara meleleh keluar dan membeku karena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang. Terkadang bara fumarol menyala tak terkendali, yang biasanya segera disiram air untuk mencegah reaksi piroporik berantai. Batu-batuan belerang ini dipotong dengan linggis dan diangkut kedlm keranjang. Bernapas dlm lingkungan spt. ini dibutuhkan perjuangan tersendiri, para penambang umumnya bekerja sambil menggigit kain sarung atau potongan kain seadanya sebagai penapis udara.

Selain langsung menuju muka danau, berkeliling punggungan kaldera dpt dilakukan dengan memakan waktu kurang lebih seharian penuh. Pendakian ke kawah Ijen umumnya disarankan dimulai pada pagi hari. Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Untuk mengejar perjalanan di pagi hari, pengunjung disarankan menginap di lokasi terdekat di Bondowoso, kota pegunungan yang bersih, atau di Situbondo sebuah kota pantai. Jika anda menyukai suasana perkebunan pegunungan, tempat yang berkesan untuk bermalam adalah Guest House Perkebunan Kopi PTP Nusantara XII di Kalisat, Jampit. Guest house ini terletak didalam kompleks perumahan perkebunan pada ketinggian sekitar 1,200 mdpl. Selain itu juga tersedia Pondok Wisata di Paltuding yang cukup bersih, atau membuka tenda di bumi perkemahan Paltuding. Temparature rata-rata di sekitar kawah Ijen adalah 13 oC di siang hari dan 2 oC di malam hari.

Untuk mencapai kawah Ijen saat ini tidaklah terlalu sulit. Terdapat dua cara, pertama melalui kota Banyuwangi sejauh 38 km ke barat melalui Licin, Jambu dan terus ke Paltuding (1,600 mdpl). Cara kedua adalah melalui kota Bondowoso 70 km kearah timur melalui Wonosari, Sempol (800 mdpl) terus ke Paltuding m. Cara kedua ini paling banyak ditempuh orang karena melalui jalan aspal mulus, sedangkan cara pertama melalui jalan makadam penuh tanjakan curam. Turis asing selepas kunjungan di Bromo biasanya datang melalui Bondowoso, meneruskan perjalanan melalui Banyuwangi, Bali dan Lombok.

Rute dari Bondowoso ini melalui daerah terbatas areal perkebunan kopi, dengan tiga pintu gerbang yang berbeda. Di setiap pintu gerbang kita diminta untuk mengisi buku tamu dan tujuan perjalanan. Pemandangan di rute ini sangat bagus, dengan kebun kopi arabikanya yang hijau teratur, hutan pinus Perhutani dan hutan perawan Cagar Alam Ijen-Merapi yang lebat. Kunjungan singkat satu hari dapat dilakukan, namun bermalam di perkebunan kopi adalah pilihan yang tepat. Tersedia paket agro-wisata mengunjungi kebun kopi dan unit pemrosesan biji kopi yang patut dipertimbangkan.

Sumber :

http://www.pbase.com/archiaston/ijen

http://www.dephut.go.id/INFORMASI/PROPINSI/JATIM/wisata_kawah.html
http://www.vsi.esdm.go.id/gunungapiIndonesia/ijen/main.html





Apa itu Avignam Jagat Samagram ?

10 03 2009

Didalam satu komentar pengunjung ada kata Avignam Jagat Samagram. Apa itu ? kebanyakan ini menjadi pertanyaan dibenak para Pecinta Alam yang baru saja bergabung di SAR atau baru bergabung di Komunitas Pecinta Alam. Kata – kata itu sebenarnya bukan bahasa Indonesia tapi bahasa Sansekerta. Jika anda pernah mengikuti SAR Nasional atau menjadi anggota SAR Nasional. Coba Anda lihat pada logo SAR tersebut di dalam lingkaran ada tulisan Avignam Jagat Samagram. Daripada penasaran langsung kita bahas aja ya … Avignam Jagat Samagram Artinya kira-kira, ” Semoga Selamatlah Alam Semesta”.Ada pula yang mengartikan,”Damailah Bumiku dan Seisinya”. Atau yang pernah saya terima dari teman-teman, arti motto SAR itu adalah “Selamatlah Manusia di Seluruh Dunia”. Tapi intinya sama, keselamatan bagi semua.

Berikut logo SAR Nasional :
Logo Sar





Dempok 271-09

7 03 2009

Wajah – wajah anggota mapala policy :D walaupun lelah tapi tetap bersahaja :D








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.