Bakti Sosial POLICY

3 02 2010

Donor Darah

Pada tanggal 22 januari kemarin adalah hari ulang tahun POLICY tapi karena ada kendala yaitu masih simpang siur masalah kepengurusan. karena angkatan pertama sedang melaksanakan prakerin. tapi masalah itu dapat diselesaikan setelah mengadakan rapat. Setelah melakukan perumusan akhirnya disepakati bahwa untuk memperingati Ulang Tahun POLICY yang ke-1 diadakan acara baksos yaitu donor darah. Selain itu para pengurus dan anggota juga mengadakan acara syukuran kecil-kecilan yang mana acara tersebut dihadiri pihak mapala lain.dan bakti sosial tersebut diadakan pada

Hari/ Tanggal : Sabtu, 6 Februari 2010
Waktu                : 09.00 WIB
Tempat              : Gedung Politeknik Kota Malang

acara ini berlaku untuk umum. semoga acara yang dilaksanakan pada tanggal 6 Feb itu terlaksana dengan baik. Ayo para policiers tunjukkan bahwa kamu ada anggota POLICY sesungguhnya. dan selamat untuk POLICY yang telah berdiri 1 tahun.

Advertisements




Kode Etik Pecinta Alam

7 06 2009

Kode Etik Pecinta Alam

“Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa”


“Pecinta Alam Indonesia adalah (sebagian) bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air”


“Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa”

Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan :

1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air.
4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam.
6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
7. Selesai.





Ijen Carter 2009

28 05 2009




Kawah Ijen, Tambang Belerang Tradisional

27 03 2009

Kawah IjenKeterangan Umum

Nama                           :    G. Ijen
Nama Lain               :    Gunung Kawah Ijen
Nama Kawah            :    Kawah Ijen
Lokasi                         :    Koordinat/ Geografi :  8°03,5’LS dan 114°14,5′ BT. Secara administratif termasuk  Kecamatan Licin, Sempol, Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso.
Ketinggian              :    Tepi kawah 2386 m dan Danau Kawah 2145 m
Kota Terdekat         :    33 km dari Banyuwangi
Tipe Gunungapi      :    Strato
Pos Pengamatan    :   Terletak di Kampung Pangsungsari, Licin, Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Geografi 08°08,812′ LS dan 114°15,426′ BT.
Elevasi di atas muka laut    :    2443 m

Jalur Tempuh

Untuk mencapai Kawah Ijen dapat ditempuh dengan dua cara yaitu dari utara dan dari selatan.

1. Versi Wana Wisata
2. Versi Departemen Kehutanan

Versi Wana Wisata

a. Lewat jalan utara
Dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat. Jarak Situbondo sampai Paltuding adalah 93 km dan kondisi jalan sampai Paltuding boleh dikatakan sangat bagus sehingga dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam.

b. Lewat jalan selatan
Dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak sekitar 15 km, yang dapat dilewati dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat selama sekitar 30 menit. Dari Licin menuju Paltuding yang berjarak sekitar 18 km perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan bermotor terutama jenis jeep double gardan karena sekitar 6 km sebelum sampai di Paltuding melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak, perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun dilewati truk  pengangkut Belerang setiap hari.

Dari Paltuding ke Kawah yang berjarak 3 km ditempuh dengan berjalan kaki melewati pondok Pengairan/pondok Irigasi sekitar 90 menit. Lewat utara dengan kendaraan roda empat atau dua.

23 km                        55 km                   15 km
Situbondo  ————–>  Wonosari —————>Sempol  ————–> Paltuding
30 menit                       90 menit                 30 menit

Lewat selatan dengan kendaraan roda dua atau empat :

15 menit                   18 km
Banyuwangi  ——————-> Licin   ——————–> Paltuding
30 menit                        60 menit

Versi Departemen Kehutanan

Untuk mencapai lokasi Taman Kawah Ijen dari ibukota Propinsi (Surabaya) dapat ditempuh melalui 2 pintu masuk yaitu melalui kota Banyuwangi dan Bondowoso sebagai berikut:

  • Surabaya – Banyuwangi (mobil/bus/kereta api/297 km) – licin (mobil/15km) – Jambu (mobil/3 km) – Banyulinu (mobil/12 km) – Taman Wisata Kawah Ijen (jalan kaki/9 km).
  • Surabaya – Bondowoso (mobil/bus/196 km) – Banyupait (mobil/14 km) – Paltuding (mobil/4km) – Taman Wisata Taman Ijen (jalan kaki/13 km).

Keunikan dan Informasi

Pemandangan spektakular pada ketinggian 30,000ft dari jendela sebelah kiri pesawat Surabaya-Denpasar melahirkan sebuah pertanyaan tentang lokasi sebuah danau berwarna hijau tosca di ketinggian 2,000-an meter. Danau tsb sepertinya berada didalam kawah dengan dinding kaldera setinggi 300-500m. Sebuah puncak gunung menjulang berada disampingnya. Asap putih yang mengepul dari salah satu kawahnya membumbung tinggi ke udara, menjadikannya kontras dengan lingkungan sekitarnya yang berwarna hijau jade.

Kawah tsb. ternyata bernama kawah Ijen, terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Spot ini pernah dipublikasikan dan terkenal di Perancis melalui tayangan Ushuwaia Adventure yang memperlihatkan Nicolai Hulot sang-penjelajah, duduk diatas perahu karet bercerita ttg asal-usul danau Ijen dengan derajat keasaman nol, memiliki kedalaman 200 meter dan volume hampir 40 juta meter kubik, salah satu danau kawah terbesar didunia. Keasamannya cukup kuat untuk melarutkan pakaian dan jari jemari. Pandangan bird view kamera helikopter itu kemudian beralih ke tepi kaldera yang memperlihatkan penambang2 kawah ijen sedang berjuang mendaki memikul puluhan kilogram muatannya.

Kawah Ijen ternyata mudah untuk dikunjungi melalui Banyuwangi atau Bondowoso. Keunikan yang utama dari wisata Kawah Ijen selain dari pada panoramanya yang sangat indah adalah melihat penambangan belerang tradisional yang diangkut dengan cara dipikul tenaga manusia. Penambangan tradisional ini konon hanya terdapat di Indonesia saja (Welirang dan Ijen). Beban yang diangkut masing-masing per orangnya sampai seberat 85kg. Beban ini luar biasa berat buat kebanyakan orang, manakala belerang diangkut melalui dinding kaldera yang curam dan 800m menuruni gunung sejauh 3km. Penghasilan yang diterima seorang pemikul rata-rata 25 ribu rupiah per harinya, atau sekitar 300 rupiah per kilonya. Seorang pemikul biasanya hanya mampu membawa turun satu kali setiap harinya, karena beratnya pekerjaan. Beberapa ratus meter terdapat sebuah bangunan bundar kuno peninggalan Belanda bertuliskan “Pengairan Kawah Ijen”, yang sekarang disebut sebagai Pos Bundar, sebuah pos dimana para penambang menimbang muatannya dan mendapatkan secarik kertas tentang muatan dan nilainya.

Perjalanan wisata ke kawah Ijen, dimulai dari Paltuding 1,600 mdpl, sebuah pos Perhutani di kaki gunung Merapi- Ijen. Dari sini jalan tanah terus menanjak ke ketinggian 2,400m dpl dengan waktu tempuh 2 jam jalan santai. Sepanjang perjalanan banyak berpapasan dengan pemikul belerang yang ramah bertukar salam. Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan berada di depan mata. Sebuah danau hijau tosca dengan diameter 1 km berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Penambang-penambang belerang terlihat kecil dari atas. Untuk menuju ke sumber penghasil belerang tsb., kita perlu menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang dilalui penambang. Sapu tangan basah sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan.

Didasar kawah, sejajar dengan permukaan danau terdapat tempat pengambilan belerang. Asap putih pekat keluar menyembur dari semacam pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Lelehan 600oC fumarol berwarna merah membara meleleh keluar dan membeku karena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang. Terkadang bara fumarol menyala tak terkendali, yang biasanya segera disiram air untuk mencegah reaksi piroporik berantai. Batu-batuan belerang ini dipotong dengan linggis dan diangkut kedlm keranjang. Bernapas dlm lingkungan spt. ini dibutuhkan perjuangan tersendiri, para penambang umumnya bekerja sambil menggigit kain sarung atau potongan kain seadanya sebagai penapis udara.

Selain langsung menuju muka danau, berkeliling punggungan kaldera dpt dilakukan dengan memakan waktu kurang lebih seharian penuh. Pendakian ke kawah Ijen umumnya disarankan dimulai pada pagi hari. Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Untuk mengejar perjalanan di pagi hari, pengunjung disarankan menginap di lokasi terdekat di Bondowoso, kota pegunungan yang bersih, atau di Situbondo sebuah kota pantai. Jika anda menyukai suasana perkebunan pegunungan, tempat yang berkesan untuk bermalam adalah Guest House Perkebunan Kopi PTP Nusantara XII di Kalisat, Jampit. Guest house ini terletak didalam kompleks perumahan perkebunan pada ketinggian sekitar 1,200 mdpl. Selain itu juga tersedia Pondok Wisata di Paltuding yang cukup bersih, atau membuka tenda di bumi perkemahan Paltuding. Temparature rata-rata di sekitar kawah Ijen adalah 13 oC di siang hari dan 2 oC di malam hari.

Untuk mencapai kawah Ijen saat ini tidaklah terlalu sulit. Terdapat dua cara, pertama melalui kota Banyuwangi sejauh 38 km ke barat melalui Licin, Jambu dan terus ke Paltuding (1,600 mdpl). Cara kedua adalah melalui kota Bondowoso 70 km kearah timur melalui Wonosari, Sempol (800 mdpl) terus ke Paltuding m. Cara kedua ini paling banyak ditempuh orang karena melalui jalan aspal mulus, sedangkan cara pertama melalui jalan makadam penuh tanjakan curam. Turis asing selepas kunjungan di Bromo biasanya datang melalui Bondowoso, meneruskan perjalanan melalui Banyuwangi, Bali dan Lombok.

Rute dari Bondowoso ini melalui daerah terbatas areal perkebunan kopi, dengan tiga pintu gerbang yang berbeda. Di setiap pintu gerbang kita diminta untuk mengisi buku tamu dan tujuan perjalanan. Pemandangan di rute ini sangat bagus, dengan kebun kopi arabikanya yang hijau teratur, hutan pinus Perhutani dan hutan perawan Cagar Alam Ijen-Merapi yang lebat. Kunjungan singkat satu hari dapat dilakukan, namun bermalam di perkebunan kopi adalah pilihan yang tepat. Tersedia paket agro-wisata mengunjungi kebun kopi dan unit pemrosesan biji kopi yang patut dipertimbangkan.

Sumber :
http://www.pbase.com/archiaston/ijen

http://www.dephut.go.id/INFORMASI/PROPINSI/JATIM/wisata_kawah.html
http://www.vsi.esdm.go.id/gunungapiIndonesia/ijen/main.html





Apa itu Avignam Jagat Samagram ?

10 03 2009

Didalam satu komentar pengunjung ada kata Avignam Jagat Samagram. Apa itu ? kebanyakan ini menjadi pertanyaan dibenak para Pecinta Alam yang baru saja bergabung di SAR atau baru bergabung di Komunitas Pecinta Alam. Kata – kata itu sebenarnya bukan bahasa Indonesia tapi bahasa Sansekerta. Jika anda pernah mengikuti SAR Nasional atau menjadi anggota SAR Nasional. Coba Anda lihat pada logo SAR tersebut di dalam lingkaran ada tulisan Avignam Jagat Samagram. Daripada penasaran langsung kita bahas aja ya … Avignam Jagat Samagram Artinya kira-kira, ” Semoga Selamatlah Alam Semesta”.Ada pula yang mengartikan,”Damailah Bumiku dan Seisinya”. Atau yang pernah saya terima dari teman-teman, arti motto SAR itu adalah “Selamatlah Manusia di Seluruh Dunia”. Tapi intinya sama, keselamatan bagi semua.

Berikut logo SAR Nasional :
Logo Sar